salam

 
Highlight

Newsflash

Islamic Book Fair yang digelar di Istora Senayan menjadi saksi lahirnya penulis muda berbakat, Ali Muakhir. Beliau telah dianugerahi Penghargaan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) terhadap dedikasinya di dunia perbukuan yaitu sebagai “Penulis Buku Anak Terbanyak, 300 Judul dalam Kurun Waktu 8 Tahun".

Info/Sales:

Marketing :
Promosi :
Redaksi :
Toko Buku :

 

Home
Salamadani Pustaka Semesta Online | Inspiring Book Publishing
Api Sejarah 2 PDF Print E-mail
Tuesday, 09 March 2010 02:55

 

Telah terbit, buku API SEJARAH 2, buku yang akan menuntaskan kepenasaran anda akan kebenaran sejarah Indonesia

API SEJARAH 2 merupakan jilid ke-2 dari bestseller API SEJARAH yang mengungkap semua fakta yang tersembunyi dan disembunyikan tentang mahakarya Ulama dan Santri dalam menegakkan NKRI.

Buku yang sungguh berani ini, pernah dinyatakan hilang dan terancam tidak jadi terbit ketika draft naskahnya "dicuri" oleh "peminjam tanpa permisi" saat seminar API SEJARAH di Gedung Juang '45, Pemerintah Kotamadya Sukabumi.

Melalui buku API SEJARAH 2 ini, Ahmad Mansur Suryanegara membongkar upaya deislamisasi penulisan sejarah Indonesia yang sudah berlangsung lama, sekaligus merumuskan rasa kepenasaran Anda akan kebenaran sejarah bangsa Indonesia.

Last Updated on Tuesday, 09 March 2010 03:13
 
You On a Diet PDF Print E-mail
Saturday, 25 April 2009 03:01

“Tim yang berada dibalik penulisan buku You: The Owner's Manual kali ini kembali menyuguhkan pelajaran Biologi yang sangat menarik. Roizen dan Oz menulis berbagai macam materi—kuis, fakta dan mitos seputar diet juga latihan olahraga, resep-resep masakan, dan “pemprograman ulang tubuh” selama dua minggu—dalam bahasa yang mudah dimengerti sehingga pembaca dapat menyerap dan mempraktikkan apa yang telah mereka baca.” Publishers Weekly  

Satu-satunya cara agar program diet Anda benar-benar berhasil adalah tetap makan dengan cara yang membuat Anda tidak sadar bahwa Anda sedang diet. Dr. Roizen dan Dr. Oz akan mengajak Anda mengenal tubuh Anda—bagaimana tubuh menyimpan dan mengeluarkan kalori, membakar lemak, dan bereaksi terhadap makanan yang Anda makan—dengan cara yang menghibur. Tentu saja kedua pakar tersebut akan membantu mengurangi ukuran lingkar pinggang Anda hingga dua inci dalam waktu dua minggu. 

Dengan mengikuti program diet YOU dan kegiatan YOU, Anda akan …

  • Mengubah pandangan Anda tentang diet
  • Mempelajari cara yang baik untuk mengontrol lemak tubuh
  • Membuat Anda tidak merasa lapar
  • Menjadikan Anda konsisten dalam menjalankan program diet
  • Membuat Anda merasa dan terlihat lebih baik, serta hidup lebih sehat

Last Updated on Wednesday, 10 March 2010 10:07
 
Salam Qur'an Anak PDF Print E-mail
Tuesday, 09 March 2010 09:48
 
 
 
 
(contoh isi) 
 
SEGERA TERBIT ! 

Munculnya generasi rabbani yang “ramah Al-Qur’an (Al-Qur’an friendly)” sangat diharapkan. Generasi penerus bangsa yang tidak hanya kuat secara jasmani tetapi juga ruhani untuk menghadapi era globalisasi yang kian pesat. Menanggapi kebutuhan tersebut, hadirlah Salam Qur’an Edisi Anak yang sesuai dengan standardisasi mushaf dan terjemahan Al-Qur’an Depag.

Dengan ukuran square yang unik, desain isi dan cover yang menampilkan ornament laut yang berbeda di setiap juznya, serta warna dan ilustrasi menarik, anak-anak diharapkan terpicu dan terpacu untuk mempelajari dan mencintai Al-Qur’an sekaligus melestarikan keunikan lokal khas Indonesia.

  1. Salam Qur’an Edisi Anak terbilang istimewa karena memuat ; Mushaf Al-Qur’an Standard Depag
  2. Terjemahan Al-Qur’an Standard Depag
  3. Ulumul Qur’an untuk Anak, memuat sejarah turunnya Al-Qur’an dan hal-hal yang berkaitan dengan penggabungan ayat-ayat Al-Qur’an yang semula terpisah-pisah.
  4. Asbabun Nuzul untuk Anak, mengajak anak untuk memahami alasan diturunkannya suatu ayat Al-Qur’an.
  5. Doa-doa dalam Al-Qur’an untuk Anak, berisi kumpulan doa yang dapat diaplikasikan oleh anak dalam kehidupan sehari-harinya.

Dengan harga yang terjangkau, Salam Qur’an Edisi Anak 5 Plus ini cocok untuk menjadi kado maupun koleksi pustaka sarat makna karena: 

  • Asyik dipandang – karena didesain dengan ornamen-ornamen laut yang menarik khas anak dengan perpaduan warna-warna natural yang menyegarkan
  • Asyik dibaca – karena ditulis dengan khat utsmani pojok dengan  ukuran font arab yang representatif disesuaikan dengan standard Depag
  • Asyik dipelajari – karena dilengkapi dengan Ulumul Qur’an, Asbabun Nuzul, dan Doa-doa dalam Al-Qur’an untuk Anak

Tersedia 3 warna pilihan merah, biru dan ungu.

Semoga generasi rabbani yang mencintai, mempelajari, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dapat segera terwujud dengan berbagai inovasi ini.  

Last Updated on Tuesday, 09 March 2010 10:12
 
Info IBF 2010 PDF Print E-mail
Monday, 08 March 2010 03:54

 

Ahmad Mansur Suryanegara (kedua dari kiri), penulis buku Api Sejarah yang diterbitkan oleh Salamadani Publishing, menerima penghargaan karya non fiksi terbaik versi IBF 2010 yang diserahkan oleh Ketua IKAPI Pusat, Bapak E. Afrizal Sinaro, pada acara pembukaan Islamic Book Fair, Jum’at 5 Maret 2010 yang dibuka secara resmi oleh Ibu Ani Yudhoyono.

Last Updated on Monday, 08 March 2010 10:14
 
Penulis Sebut Pencuri Si 'Peminjam Tanpa Permisi' PDF Print E-mail
Friday, 11 December 2009 07:48

Ahmad Mansyur Suryanagara (77), penulis buku 'Api Perjuangan' II yang draftnya hilang, berharap pencuri segera mengembalikan bukunya. Menurutnya, 'peminjam tanpa permisi' itu ingin membaca isi buku sebelum terbit.

"Mudah-mudahan 'peminjam tanpa permisi' itu, setelah selesai membacanya dikembalikan," ujar Mansyur melalui pesan singkatnya kepada detikbandung, Jumat (11/12/2009).

Dia juga meminta agar 'peminjam tanpa permisi' tersebut agar cepat sadat, karena, jelas Mansyur, penerbit berniat untuk menerbitkan buku tersebut sesegera mungkin. "Penerbit bertekad segera mungkin, sekitar awal Tahun Baru Islam, bulan Muharram dengan Rabiulawal 1431," ujarnya.

Lebih lanjut Mansyur mengatakan, dalam buku tersebut pembaca akan disuguhkan tahapan atau perjuangan para pendahulu dalam memperjuangkan islam. "Doakan dapat terbit seindah mungkin, pembaca akan dapat membaca tahapan perjuangan para pendahulu dengan hati dan pikiran intelektual yang terberkahi," tutur Mansyur.

Saat ini, Mansyur aktif melakukan roadshow ke sejumlah daerah di Indonesia untuk mempromosikan buku 'Api Sejarah' jilid I yang terbit November lalu. Saat ini buku seharga Rp 125 ribu tersebut sudah laku terjual lebih dari 10 ribu eksemplar.

Buku ini terbilang kontroversi karena di dalamnya mengungkap deislami atau penurunan peran islam yang terjadi sebelum kemerdekaan hingga pemerintahan SBY saat in

Last Updated on Friday, 11 December 2009 07:51
 
Draf Dicuri, 'Api Sejarah' Jilid II Terancam Gagal Terbit PDF Print E-mail
Friday, 11 December 2009 05:39

Rencana penerbitan Buku Api Sejarah Jilid II karya Ahmad Mansur Suryanegara pada Februari 2010 mendatang terancam gagal. Sebab, draf buku tersebut hilang dicuri saat diskusi Buku Api Sejarah Jilid I di Sukabumi pada Rabu kemarin (9/12/209).

Pada diskusi buku Api Sejarah jilid satu ini, selain dihadiri Ahmad Mansur, juga oleh Wali Kota Sukabumi Muslikh Abdusyukur. Diduga hilangnya draf buku tersebut terjadi saat puluhan orang meminta tanda tangan pada Mansur.

"Seperti biasa setelah acara, banyak yang menghampiri Pak Mansyur untuk minta tanda tangan di bukunya," terang Chef Editor Salamadani Publishing Tasaro GK saat dihubungi detikbandung melalui telepon selulernya, Kamis (10/12/2009).

Salamadani Publishing merupakan penerbit Buku Api Sejarah jilid I, rencananya jilid II Pun akan diterbitkan oleh Salamadani.

Diungkapkan Tasaro, Mansur memang selalu membawa-bawa draf bukunya itu kemana-mana. "Dalam acara itu dia bilang kalau bukunya yang jilid II itu lebih heboh. Banyak pertanyaan yang dijawab di buku itu," tambahnya.

Saat acara itu, dikatakan Tasaro, Mansur meletakkan bukunya di atas meja. Namun mansyur begitu kaget ketika melihat buku itu sudah tidak ada. "Bisa dibilang Pak Mansyur syok," sambungnya.

Tasaro mengaku penerbit saat ini juga dalam keadaan panik, sebab buku yang seharusnya terbit pada Februari nanti masih belum jelas nasibnya. "karena kami belum punya soft copynya," terangnya.

Buku Api sejarah diungkapkan Tasaro memang menarik perhatian pasar, dalam sebulan saja, buku itu telah masuk dalam cetakan kedua. Buku seharga Rp 125.000 itu sudah terjual lebih dari 10.000 buku.

Sumber : http://bandung.detik.com/read/2009/12/10/152421/1257904/486/draf-dicuri--api-sejarah--jilid-ii-terancam-gagal-terbit 

Last Updated on Friday, 11 December 2009 08:16
 
Penerbit Yakini Pencuri Bukan Orang yang Iseng PDF Print E-mail
Friday, 11 December 2009 05:43

Pencurian draf Buku 'Api Sejarah' Jilid II diyakini bukanlah perbuatan orang iseng semata. Penerbit buku 'Api Sejarah' Salamadani Publishing menduga kuat jika pencurinya adalah pihak yang merasa terganggu dengan isi buku karya Ahmad Mansur Suryanegara itu.

Chef Editor Salamadani Publishing Tasaro GK menyatakan pihaknya menduga kuat pelakunya bukan orang iseng, namun pihak yang terganggu isi buku itu.

"Kalau memang mau mencuri buku saja, kenapa tidak ngambil yang sudah jadi? Kenapa drafnya?," ujarnya saat dihubungi detikbandung, Kamis (10/12/2009).

Rencananya Buku Api Sejarah Jilid II akan diterbitkan pada Februari 2010 mendatang. Namun dengan adanya kejadian ini, penerbit belum mengetahui kapan buku ini bisa diluncurkan.

Pada buku Api Sejarah jilid dua ini, Mansur membahas tentang deislamisasi melalui upaya menghapus peran umat Islam dari berbagai rangkaian sejarah di Indonesia sejak masa orde lama sampai masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sementara pada buku jilid I, mengupas dari sudut pandang bagaimana pengaruh Islam dan ulama dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Buku ini diakui penerbitnya menimbulkan kontroversi.

Mansur menuliskan tentang kapan masuknya Agama Islam ke Indonesia. Menurut Prof Dr Buya Hamka dan KRH Abdullah bin Nuh, Islam sebenarnya sudah masuk nusantara pada abad ke-7. Bukan abad ke-13 dan setelah runtuhnya kerajaan-kerjaan Hindu dan Buddha seperti banyak ditulis dalam buku sejarah.

Sebab, pada abad ke-7 berdasarkan Berita China Dinasti Tang sudah ada masyarakat di pesisir barat Sumatera yang beragama Islam dan ditemukannya nisan ulama Syaikh Mukaiddin di Baros, Tapanuli. Dan, keruntuhan kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha bukan akibat dominasi kerajaan Islam, misalnya Kerajaan Majapahit hancur setelah diserang Raja Girindrawardhana dari Kediri bukan oleh Kerajaan Demak.

Mansur juga mengungkapkan fakta-fakta menyengat dan dilupakan tentang sejarah perjuangan organisasi Islam dalam sejarah kebangkitan sampai kemerdekaan. Dia ungkap secara gamblang. Dalam buku itu, dijelaskan istilah nasionalisme dan Indonesia merdeka sebenarnya pertama kali diperkenalkan oleh Central Sjarikat Islam (CSI) pada kongres nasional pertama di Bandung pada 1916.

Soal peringatan Hari Lahir Boedi Oetomo ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional pun digugat Mansur.

Sumber : http://bandung.detik.com/read/2009/12/10/163221/1257971/486/penerbit-yakini-pencuri-bukan-orang-yang-iseng 

Last Updated on Friday, 11 December 2009 05:45
 
Penerbit dan Penulis Langsung Lapor Polisi PDF Print E-mail
Friday, 11 December 2009 07:02

Hilangnya draf Buku 'Api Sejarah' Jilid II karya Ahmad Mansur Suryanegara sudah dilaporkan ke pihak kepolisian di Sukabumi maupun Polda Jabar. Namun, hingga kini belum ada perkembangan.


Hal itu disampaikan dari perwakilan penerbit, Chef Editor Salamadani Publishing Tasaro GK, kepada detikbandung, Kamis (10/12/2009). "Saat tahu buku itu hilang, kita langsung lapor ke polres di Sukabumi," ujarnya.

Tak hanya itu, Mansur juga melaporkan kasus ini ke Polda Jabar.

Sementara itu dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Dade Achmad mengaku belum menerima informasi dari Direskrim Polda soal laporan hilangnya draf buku Api Sejarah Jilid II milik Mansur.

"Saya belum terima laporannya, jadi saya belum berani bicara. Ya bisa saja melapor ke sini, meski kejdiaannya di Sukabumi," ujarnya.

Hilangnya draf buku 'Api Sejarah' Jilid II terjadi saat diskusi buku Api Sejarah jilid I di Pemkot Sukabumi, Rabu kemarin (9/12/2009). Saat Mansur asyik melayani permintaan tanda tangan dari puluhan peserta diskusi, draf buku jilid II yang di simpan di meja hilang.
Last Updated on Friday, 11 December 2009 07:08
 
Ditulis Secara Manual, Penerbit Tak Pegang Soft Copy PDF Print E-mail
Friday, 11 December 2009 04:40

Dalam menulis, Sejarawan dari Unpad Ahmad Mansur Suryanegara sering menggunakan cara manual. Karenanya, pihak penerbit pun was-was sebab tak memegang soft copy Buku 'Api Sejarah' Jilid II. Mansur sendiri syok saat tahu draf bukunya itu hilang dicuri.

"Draf itu banyak manualnya, fotonya juga ditempel," terang Chef Editor Salamadani Publishing Tasaro GK saat dihubungi detikbandung melalui telepon selulernya, Kamis (10/12/2009).

Karena itu, Tasaro mengaku penerbit saat ini juga dalam keadaan panik, sebab buku yang seharusnya terbit pada Februari nanti masih belum jelas nasibnya.

"Apalagi Pak Mansur, bisa dibilang syok saat tahu draf bukunya hilang," ujarnya.

Penerbit menurutnya masih akan terus berupaya untuk mendapatkan draft buku tersebut. Tasaro meminta pencurinya dapat segera menyerahkan draft buku tersebut. "Tolong kembalikan, kita tidak akan apa-apa," katanya.

Hilangnya draf buku 'Api Sejarah' Jilid II terjadi saat diskusi buku Api Sejarah jilid I di Sukabumi, Rabu kemarin (9/12/2009). Saat Mansur asyik melayani permintaan tanda tangan dari puluhan peserta diskusi, draf buku jilid II yang di simpan di meja hilang.

"Dalam acara itu dia bilang kalau bukunya yang jilid II itu lebih heboh. Banyak pertanyaan yang dijawab di buku itu," ujar Tasaro.

Buku Api Sejarah Jilid I diungkapkan Tasaro memang menarik perhatian pasar, dalam sebulan saja, buku itu telah masuk dalam cetakan kedua. Buku seharga Rp 125.000 itu sudah terjual lebih dari 10.000 buku.(ern/ern)

Sumber : http://bandung.detik.com/read/2009/12/10/154814/1257925/486/ditulis-secara-manual-penerbit-tak-pegang-soft-copy

Last Updated on Friday, 11 December 2009 05:39
 
Mansur Suryanegara: Kalau Ulama Sudah Bicara, DPR Bisa Tumbang! PDF Print E-mail
Thursday, 19 November 2009 07:03

Berbincang dengan seorang profesor sejarah seperti membuka cakrawala dan melihat dunia membentang di hadapan kita. Artinya, selalu ada kalimat-kalimat inspirasi penuh hikmah yang dapat membawa kita seakan dengan masa lalu. Apalagi seorang sejarawan yang concern dengan Islam dan pengaruh Islam dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia, berbicara dengannya seperti mendengarkan kisah tak berujung, membuat setiap orang nyaman duduk di samping menyimak petuah darinya.

Profesor Ahmad Mansur Suryanegara adalah sejarawan yang pernah memicu kontroversi dengan mengatakan bahwa pahlawan nasional, Pattimura adalah seorang muslim. Meskipun kritik kerap mampir kepadanya, seperti kritik yang menyatakan bahwa sumber penulisan buku-bukunya adalah sumber sekunder yang tak layak dijadikan sumber penulisan buku sejarah, ia pun tak ambil pusing dan melenggang dengan berkarya sebanyak mungkin.

Salah satu buku yang telah selesai digarapnya adalah Api Sejarah yang merupakan catatan empat bab berisi sejarah lengkap masuknya Islam ke nusantara hingga pengaruh tokoh-tokoh ulama dalam pergerakan nasional dan kemerdekaan Indonesia. Tak hanya itu, Mansur juga menyentil deislamisasi yang kini melekat pada umat Islam namun tak dirasakan oleh sebagian besar muslim. Reporter eramuslim.com beruntung dapat mewawancarai beliau di sela-sela diskusi buku Api Sejarah di Gramedia Matraman, Rabu (4/11/09).

Bagaimana Profesor memandang sejarah dan peran ulama saat ini?

Sejarah itu seperti buatan manusia, dan ada sejarah yang menurut skenario Allah. Jadi, kalau ulama itu di dalam Alquran diibaratkan seperti antara buih dengan air, mana yang menyembuhkan? Jawab Allah, yaitu air. Antara buih dengan permata, mana yang dipentingkan manusia, yang besar atau yang kecil? Jawab Allah, permata yang kecil. Itulah ulama. Ulama itu walaupun dia ada di bawah, tidak di permukaan tetapi dialah yang menjadi panutan oleh rakyat. Walau dia kecil, dialah yang menggerakkan seluruh peristiwa sejarah itu. Tidak diperkirakan tetapi itulah yang menjadi kenyataan bahwa mereka kelompok kecil dari minoritas yang mempunyai aktivitas yang tinggi.

Tapi, wujudnya sendiri bagaimana?

Sekarang belum kelihatan, tapi yang akan datang, akan kelihatan. Keterkejutan keadaan seperti Nabi Muhammad saw keluar dari gua batu yang secara sendiri memulai sejarah, dari diri sendiri, dengan istri, dengan teman-teman yang tadinya tidak percaya, namun beliau punya kekuatan yang luar biasa. Wahyu itulah yang menjadi landasan sejarah, apapun yang terjadi di luar sekarang, itu hanya kesementaraan. Ada satu garis jarak yang sudah diprogram dari langit, yang ini bagaimana-bagaimana, pasti terjadi. Cuma peristiwanya sedikit demi sedikit, tapi akan jadi satu gerakan yang nanti semua orang pasti terkejut.

Seperti pada tanggal 9 Dzulhijjah, semua orang kumpul di Mekkah, berjuta orang, padahal lebih dari kekuatan itu kalau diizinkan. Tiada mungkin satu kekuatan yang bisa melakukan seperti itu kecuali doa seorang wanita, Hajar sehingga sejarah di dalam Alquran dituliskan permulaan semuanya adalah wanita. Al-Fatihah adalah ummul quran dan alquran menunjukkan binatang, sapi betina, kemudian Ali-Imran menceritakan tentang Maryam, meskipun tidak punya suami tetapi bisa membuat sejarah, melahirkan seorang Nabi Isa, dan punya kekuatan yang luar biasa, pada surat kelima, dapat menurunkan makanan dari langit. Walaupun Zakaria seorang nabi, shalatnya di Baitullah, tapi tidak bisa membuat di masjid ada makanan, tapi setelah ada Maryam, dia bertanya," Hai Maryam, dari mana makanan ini?" jawabnya, "Allah yang mengirimkannya." Wanita itu luar biasa. Wanita bisa membuat tanah tandus di Mekah jadi sumur zamzam. Kemudian, Maryam yang tidak punya suami bisa membuat sejarah.

Apakah ulama sekarang kehilangan ruhnya untuk berjuang dan lebih banyak bersikap pragmatis?

Sekarang ini ulama sedang penyesuaian media juang, dengan menyesuaikan keadaan pesantren supaya dimaui masyarakat sekitarnya. maka dia bentuk studinya disamakan dengan SD, SMP, SMA, tetapi kita bisa melihat kerja para ulama itu, tidak pernah kita melihat ada pengangguran pesantren. Itu kekuatan dari ulama, pembina masjid, pembina pesantren, beda malam-malamnya. Mereka itu kalau malam, shalat malam. Kalau yang lain kan, tidur yang paling baik adalah 8 jam.

Apa bentuk perjuangan ulama saat ini?

Sekarang ini juga pejuang, menjaga generasi muda dari gerakan-gerakan yang membaratkan. Barat itu membuat puasa yang baik itu bukan siang, malam. Makanya dibuat buka pagi itu, breakfast. Kita kan buka sore, mereka pagi. Kalau kita qiyamullail, berdiri mendirikan shalat, kalau mereka duduk di gereja. Kalau kita mengatakan Ankabut, laba-laba, laba-laba itu lemah, maka mereka membuat Spiderman.

Jika ada yang mengatakan ulama saat ini tidak vokal, bagaimana tanggapan Bapak?

Sekarang ini bukan mengkrritik, tapi berlomba-lomba berbuat, jadi bukan menampakkan secara vokalitas, dengan bicara, tapi lebih menampakkan perbuatan. Ulama sekarang, lihat saja misalnya Gontor, tidak dipedulikan oleh pemerintah, tapi masyarakat mengaguminya, lihat saja gedungnya. Sekarang kita lihat gedung-gedung yang dibangun gereja-gereja itu dibangun oleh Belanda, tapi ulama-ulama itu dengan kekuatan umat membangun kekuatan umat itu, mencerdaskan umat dengan kekuatan umat, itu luar biasa sebenarnya, tetapi cara kita melihat itu selalu dari segi negativitas. Tetap ada cara-cara yang digunakan oleh Snouck Hurgronje. Islam itu pasti punya lawan-lawan dan cara yang digunakan untuk melawan Islam seringkali dengan Islam sendiri.

Bagaimana hubungan sejarawan dengan pemerintah?

Sejarawan juga mendapat intervensi dari pemerintah, kita harus mengajar seperti apa yang dipolakan pemerintah. Kalau ada yang mengulang-ulang, itu kan pembenaran, tapi saya kan tidak mau begitu saja mengulang. Salah satu di antaranya saya, ini hanya salah satu, tapi mungkin banyak sekali.

Apa peran ulama dalam memberikan pemahaman sejarah bangsa yang benar kepada umat?
Ulama-ulama itu dalam gaya menjawabnya selalu dengan penuh kehalusan, baik, jadi tidak pernah emosi, tapi physical keluar. Buya Hamka membuat lembaga sejarah, lalu di situ diproduk suatu karya yang mengangkat sebenarnya apa sejarah itu, lalu bukan berarti namanya media ummat, lalu isinya media umat. itu banyak sejarah yang begitu. Maka Buya Hamka mencoba memasarkan pemikiran umat Islam yang sebenarnya sehingga ada gerakan melawan sejarah. Simatupang menganjurkan gerakan melawan sejarah. Itu bahasa Simatupang yang artinya melawan Islam. Walaupun tidak langsung.

Kongkretnya bagaimana?


Kita harus tahu bahwa dalam dunia politik itu termasuk Quran itu selalu indirect. Judulnya Al-Baqarah, kenapa tidak jihad? Tapi isi di dalamnya jihad. Kita sering menggunakan istilah seperti 'kyai miskin', tapi sebenarnya yang mau disampaikan itu yang mulia siapa di dalam pesannya itu. Pekerjaan ini seperti tidak mengubah tapi perubahan itu dari tangan Allah. nanti akan ada suatu pergerakan seperti kalau Anda lihat umpamanya 1 Syawal, begitu diumumkan oleh ulama, seluruh gerakan mudik itu terjadi dengan dahsyat. Itu tidak diatur dari pemerintah, betapa hebatnya kekuatan orang bisa mengosongkan Jakarta. Itu karena ibukota ditarik oleh ibu-ibu kampung, rahim-rahim ibu kampung itu dibuatnya lebih dahsyat. itu kalau Allah sudah menentukan detiknya ulama hanya menyampaikan 1 Syawal adalah silaturahim, ada bahasa itu saja, sangat sederhana, tidak perlu variasi bahasa, tetapi kekuatan lahiriahnya bisa mengguncangkan kekuasaan yang teratur.

Ulama tidak punya dana yang besar, tapi kalau sudah bicara, DPR bisa tumbang. Oleh karena itu, pesan dari Alquran, jangan engkau memalingkan pandanganmu dari ulama. Dalam surat Al-Kahfi disebutkan, jangan engkau terpesona, takjub dengan orang-orang di luar kita dengan materinya, dengan anak buahnya, Allah menguji mereka dengan materi dan anak buahnya dan mati jadi orang kafir.

Ada dikotomi peran ulama dengan politik?

Kemungkinan ada, kemungkinan tidak. Kalau yang namanya MUI, kan, itu lain, di bawah pemerintah, eksistensialnya ada izin dari pemerintah. Jadi ada lembaga-lembaga yang melakukan dukungan dan tidak melakukan dukungan.Kenapa harus berhenti karena penghargaan? Muhammadiyah itu 'fastabiqul khairat' dari unsur bid'ah. Jadi, hanya satu kata, tapi punya kekuatan. Muhammadiyah punya berapa rumah sakit, sekolah, dan sebagainya.

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/bincang/mansur-suryanegara-kalau-ulama-sudah-bicara-dpr-bisa-tumbang.htm 

Last Updated on Thursday, 19 November 2009 07:10
 
Banyak Sejarah Umat Islam tak Dimasukkan Sejarah Nasional PDF Print E-mail
Wednesday, 18 November 2009 03:51
 
Sejarawan Islam Mansur Suryanegara menegaskan sejarah bukan ilmu baku yang tidak bisa diubah selama-lamanya. Menurutnya, jika ditemukan fakta-fakta baru yang menyangkut sejarah itu sendiri, penulisan sejarah tersebut harus ditinjau kembali dan perbaharui sesuai temuan tersebut.
 
Saat ini penulisan sejarah harus ditinjau kembali, karena ada beberapa fakta sejarah yang menyangkut umat Islam yang tidak dimasukkan dalam sejarah nasional. Padahal itu fakta, kata Mansur Suryanegara usai bedah buku terbarunya, Api Sejarah di Jakarta.

Organisasi Budi Utamo yang dijadikan sebagai tonggak kebangkitan nasional, dijelaskannya, sebenarnya tidak tepat. Karena organisasi tersebut sangat elitis, khusus untuk masyarakat Jawa dan menolak cita-cita persatuan nasional.

Sementara sebelumnya, telah ada organisasi yang bersifat nasional: Syarikat Islam, tuturnya. Tidak heran, beberapa pendiri organisasi tersebut akhirnya keluar dari Budi Utomo.

Ditambahkannya, tidak sedikit ulama-ulama yang terlibat dalam pergerakan nasional, perumus Pancasila dan Proklamasi yang tidak disebut-sebut dalam buku-buku sejarah. Disebut kurang nasionalis, karena faktor agamanya, ujarnya. M Natsir seorang pejuang, misalnya, butuh waktu lama untuk digelari pahlawan.

Yang terbaru adalah pengakuan batik dari UNESCO sebagai warisan budaya milik Indonesia. Dijelaskannya, yang pertama kali mempopulerkan batik dan menjajakanya ke masyarakat umum adalah Pendiri Syarekat Dagang Islam, KH Samanhudi.
 
Last Updated on Wednesday, 18 November 2009 03:54
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 15

Statistik Content

Content View Hits : 36431

Polls

Pendapat anda tentang kualitas buku-buku terbitan Salamadani
 

[+]
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
  • default color
  • blue color
  • green color