|
Sunday, 11 January 2009 02:19 |
|
“Jika kami gagal?”
“Kalian akan kami gigit sampai rabies,” kata suara makhluk gaib itu menggeram.
“Jangan dong. Dicekik aja biar nggak terlalu sakit.”
“Enak aja. Nanti kuku kami patah. Sayang, kan. Kemarin baru aja pedicure.”
“Baiklah. Beri kami waktu satu jam untuk berpikir.”
“Terlalu lama. Kami berikan waktu limabelas menit saja.”
“Oke. Deal!”
Cathy merasa sedih ketika pembantu semata wayang kesayangannya, Jenifer, mendadak hilang. Dengan bantuan Fira, Saif, dan Randy dia berusaha melacak keberadaan Jenifer. Ternyata, hilangnya Jenifer ada hubungannya dengan kereta sayur Mang Dadang.
Berhasilkah Cathy kemudian menemukan Jenifer? Apa pula peranan Ki Joko Dongo? Mengapa pula mereka sampai terlibat Pilakadah alias pemilihan kepala daerah hantu?
Baca aja buku ini. Cara baru baca novel horor sambil cekikikan. |
|
Last Updated on Monday, 19 January 2009 10:04 |
|
Sunday, 11 January 2009 02:18 |
|
Tour ke Paris!!! Siapa yang nggak mau, coba? Apalagi, syaratnya gampang banget. Cukup menjadi karyawan teladan. Vony yakin sekali, dia pasti akan mendapatkannya.
Saking yakin seyakin-yakinnya akan tur ke Paris, Vony sampai mengubah waktu tidurnya dengan mengikuti jam Kota Paris. Katanya, biar langsung beradaptasi begitu tiba di sana.
Duuuh, berhasil nggak, ya, Vony tur ke Paris? Selain mengubah jam tidur, apalagi yang diubah oleh Vony? Dijamin kita nggak abis pikir dengan kelakuan Vony yang ajaib. |
|
Last Updated on Saturday, 31 January 2009 08:31 |
|
Don't Judge a Man by The Face |
|
|
|
|
Sunday, 11 January 2009 02:18 |
|
Sial! Kata-kata itu yang selalu menggaung di kepala Vony yang nggak botak. Setiap hari bawaannya merasa sial melulu, sampai-sampai dalam urusan cowok pun dia merasa selalu sial. Ingin sesekali Vony digoda kek, sama yang namanya cowok. Tapi dasar sial, sudah berbagai macam gaya dicoba tetep saja nggak ada cowok yang berusaha menggodanya. Kira-kira gaya apalagi ya, yang Vony biar digoda cowok? Gaya bebas, gaya punggung, apa gaya dada? Hahaha…, sampai gaya renang pun dipakai sama Vony, bikin sakit perut yang baca aja neh cerita si Vony. Awas, kalo di super market hati-hati liat cewek sedang gaya bebas. Jangan-jangan, itu Vony! |
|
Last Updated on Saturday, 31 January 2009 08:31 |
|
Menjadi Istri Yang Layak Dicintai |
|
|
|
|
Sunday, 11 January 2009 02:17 |
|
 Ajaran Islam menjelaskan tentang keutamaan memilih wanita salihah sebagai pendamping hidup kita, baik untuk kehidupan dunia, maupun untuk kehidupan akhirat. Karena, pernikahan dalam Islam bersifat visioner, menembus batas-batas kefanaan, menuju akhirat yang abadi. Pernikahan adalah gerbang terindah menuju pelabuhan yang diridhai-Nya, yaitu surga firdaus.
Selain merupakan perintah Syara’, memilih wanita salihah adalah modal awal kita membangun rumah tangga yang diridhai-Nya, sekaligus langkah awal kita meraih surga-Nya. Memilih wanita salihah juga adalah cara termudah untuk mendapatkan istri yang layak dicintai.
Rasulullah Saw. pernah memberikan gambaran karakter wanita salihah, sekaligus istri yang layak dicintai, yaitu seorang wanita yang selalu menempatkan keridhaan suami sebagai upayanya meraih keridhaan Allah. Bukankah, Rasul pernah menyatakan bahwa sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salihah, dan sebaik-baik wanita adalah wanita yang paling pintar menyenangkan hati suaminya.
Buku berjudul Istri yang Layak Dicintai ini sungguh inspiratif sekaligus menambah pemahaman kita, bahwa mendapatkan wanita salihah adalah parameter mendasar bagi kita untuk mendapatkan istri yang layak dicintai, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Selamat membaca…. |
|
Last Updated on Wednesday, 21 January 2009 06:11 |
|
Berkawan dengan Malaikat Maut |
|
|
|
|
Wednesday, 21 January 2009 16:35 |
|
Buku ini berisi sederet kisah menarik di balik mencekamnya ruang praktik kedokteran di rumah sakit. Kisah-kisah sejati para dokter ini menjadi bekal inspirasi bagi siapa saja yang peduli akan kedatangan kematian dan makna kehidupan. Dokter bukanlah manusia sempurna. Dia tidak lepas dari kesalahan. Buku ini mengupas sisi-sisi humanis seorang dokter. Pergolakan jiwa, kelelahan, berpacu dengan waktu dan malaikat maut para calon dokter dan dokter ketika berhadapan dengan pasien dan hal-hal lainnya. Selamat membaca dan terinspirasi! |
|
Last Updated on Thursday, 22 January 2009 04:59 |
|
Wednesday, 21 January 2009 16:33 |
|
Ketika Anda mendengar Inu Kencana lantang membongkar berbagai kasus di balik tembok IPDN, itu hal biasa. Namun, ketika “Sang Inu” bicara cinta, menulis tentang cinta, mengobrak-abrik konstruksi cinta, ini baru hal yang tidak biasa. Begitulah adanya Inu Kencana. Seluruh sisi hidupnya sebenarnya selalu bertema cinta. Karena cinta pula ia membuat heboh dengan membongkar segala hal yang sebelumnya tertutup di almamaternya. Dengan semangat cinta pula kali ini ia persembahkan satu buku istimewa untuk Anda; Sang Inu Jatuh Cinta. |
|
Last Updated on Thursday, 22 January 2009 05:00 |
|
Sunday, 11 January 2009 02:27 |
|
Selama ini, pembahasan seputar halal haram lebih bersifat fikih dan moral. Adapun, kajian perspektif sains modern masih jarang dilakukan. Akibatnya, ada beberapa pertanyaan mendasar yang belum terjawab secara menyeluruh. Seperti, Mengapa sebuah benda yang secara zat halal bisa berubah status menjadi haram karena cara mendapatkannya yang salah? Mengapa makanan haram membuat hidup tidak bahagia, stres, banyak masalah, serta mengganggu kestabilan mental dan spiritual? |
|
Last Updated on Wednesday, 21 January 2009 06:13 |
|
Sunday, 11 January 2009 02:28 |
|
 Masih ingat kisah Balada Si Roy, karangan Gola Gong ? Kisah yang kental dengan sisi human interestnya ini bisa dibilang begitu melekat dalam hati pembacanya. Gola Gong memang pandai menyentuh hati pembaca lewat karya-karyanya yang menarik dan indah.
Sudah tak terbilang karya-karya dari penulis yang sehari-sehari bekerja di salah satu stasiun televisi swasta ini. Musafir adalah salah satu buku kumpulan cerpennya. Di buku ini terdapat lima belas ceria hasil karya Gola Gong, baik yang sudah pernah diterbitkan di media cetak ataupun belum. Lima belas cerita ini disajikan apik, menarik, dengan nuansa religi yang kental, sehingga pembacanya dapat menarik hikmahnya.
Beberapa cerita pendek yang menarik sebut saja Kidung Pagi di Pasar Klewer, yang bercerita tentang tokoh Suti, seorang penjual nasi liwet (makanan khas Solo, berupa nasi yang gurih, dengan lauk ayam, telur dan kanil, kepala santan yang dimask lama). Suti adalah seorang yang taat yang berkeyakinan bahwa segala sesuatu itu Tuhan yang mengaturnya dan hidup mati manusia terserah pada Allah SWT.
Karena itulah meski harus bekerja keras menjual nasi liwet untuk mengumpulkan uang bagi biaya operasi anak perempuan satu-satunya, karena menurut dokter usus halusnya mengalami masalah, setelah pemberian obat yang salah. Suti dan suaminya, Harno, yang bekerja sebagai satpam, hanya bisa nrimo keadaan itu, yang merupakan kehendak Gusti Allah.
Mereka juga pasrah, bahwa Tuhan akan memberikan kemudahan baginya dalam mengumpulkan biaya operasi anaknya, Sari. Jalan terang atas pengobatan anaknya terbuka lebar ketika Suti secara tak sengaja menemukan bungkusan tas plastik hitam yang berisi uang dalam jumlah yang sangat besar, yang tak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Suti.
Karena tak tahu siapa pemilik uang tersebut dan pembeli langganannya tidak ada yang merasa kehilangan uang tersebut, Suti akhirnya menggunakan uang tersebut untuk pembiayaan operasi anaknya. Meski anaknya telah sehat, namun Suti masih penasaran siapa pemilik uang tersebut. Iapun menemukan jawabannya lewat seorang penyapu jalan berseragam biru bertuliskan LAPAS Surakarta.
Lain lagi kisah Suara Sang Bilal. Dalam kisah ini Gola Gong menyampaikan pesan bahwa kita tak boleh sombong atas kesempatan dan karunia yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Nasrul telah membuktikannya. Ia yang diberikan suara yang indah sehingga menjadi bilal yang selalu ditunggu untuk mengundang adzan, menuduh teman akrabnya, Iman melakukan guna-guna terhadapnya ketika suara kebanggaannya tak dapat dikeluarkan saat mengumandangkan adzan.
Nasrul menganggap Iman adalah saingannya. Karena itulah ia tidak rela saat Iman menggantikannya menjadi bilal. Meski Iman telah mengatakan ia akan menyerahkan posisi bilal kepadanya, namun Nasrul tidak percaya sehingga ia pun melakukan perbuatan nekat. “Akulah bilal nomor satu!
Sementara itu, Musafir, yang menjadi judul buku ini, bercerita tentang seorang pria yang mencari keberadaannya ayahnya dan dalam perjalanan, ia singgah di sebuah desa yang masjidnya tak terurus dan kampung itu sendiri sedang menghadapi masalah penggusuran karena kampung tersebut akan dijadikan perumahan elit. Dicerita Musafir ini, terlihat sekali gaya penulisan Gola Gong yang sarat dengan nuansa religi dan humanis. Diperlihatkan bagaimana taatnya Musafir dalam menjalankan ibadah, namun ia tetaplah manusia biasa yang tidak luput dari rasa takut. Gola Gong adalah nama pena dari Heri Hendrayana Harris. Bersama istrinya, Tias Tatanka, mereka membangun Rumah Dunia (RD), sebuah pusat belajar sastra, jurnalistik, seni rupa, dan teater. Di Rumah Dunia, mereka berusaha memindahkan dunia lewat buku, dan berharap anak-anak bisa melihat dunia dari rumah lewat jurnalistik, sastra, film, seni rupa, teater dan internet. |
|
Last Updated on Wednesday, 21 January 2009 06:14 |
|
Sunday, 11 January 2009 02:29 |
|
Siapa yang tak kenal dengan Dini Setia Utami? Beberapa waktu lalu wajahnya kerap muncul di berbagai media massa cetak maupun elektronik. Gadis berusia 15 tahun ini menjadi pasien face off kedua di Indonesia setelah Siti Nur Jazila atau Lisa. Ya, wajah Dini hancur setelah lampu minyak di rumahnya meledak ketika dia berusia 3 tahun. Musibah itu pun merenggut nyawa kakaknya. Namun, Dini tetap tegar dan terus berdoa agar dirinya diperkenankan memiliki tubuh yang normal kembali. Doa Dini terjawab. Pihak RSHS menawarkan peluang untuk merekonstruksi wajah Dini.
Bagaimana kisah Dini selanjutnya? Bagaimana perjuangan Dini menghadapi operasi itu? Di sinilah kisah Dini dituturkan dengan apik dan menarik. Ada haru, ada sedih, ada gembira. Semua bercampur menjadi satu. Selamat membaca …. |
|
Last Updated on Monday, 19 January 2009 10:15 |
|
Misteri Hilangnya Pesawat Adam Air |
|
|
|
|
Sunday, 11 January 2009 02:31 |
|
 Buku di tangan Anda ini secara detail menelusuri kembali berbagai temuan sejak tahun 1994 hingga akhir 2006 terkait sepak terjang Abuya Ashaari dan jemaahnya. Mengapa semua itu penulis lakukan? Jawaban singkatnya, karena penulis merasa telah berdosa sehubungan dalam aktivitas jurnalistik sebelumnya sempat menyebarluaskan ajaran Abuya Ashaari. Buku ini ditulis sebagai pelurusan terhadap keyakinan yang oleh penulis dianggap salah, berkaitan dengan ajaran Abuya.
Ke mana hilangnya pesawat Adam Air, sampai hari ini masih menjadi misteri. Tim Komisi Nasional Keamanan Transportasi (KNKT), pada Maret 2008, mengumumkan bahwa Adam Air positif jatuh di perairan Majene. Temuan ini praktis mematahkan spekulasi yang sebelumnya ramai menjadi perbincangan di masyarakat. Salah satunya teori yang menyebutkan keterlibatan makhluk halus dalam hilangnya bangkai pesawat komersial tersebut.
Achmad Setiyaji, penulis buku ini, secara cemerlang menghubungkan fakta aktual tersebut dengan aktivitasnya tim Sky Lab dari Malaysia turut mencari Adam Air. Achmad Setiayaji meyakini fakta-fakta terkini seputar Adam Air secara langsung menelanjangi kebohongan informasi Abuya Ashaari dan stafnya yang tergabung dalam Sky Lab. Lebih dari itu, penulis menjadi tertarik untuk mencermati berbagai wacana seputar kebohongan-kebohongan lain yang konon dilakukan oleh Abuya Ashaari dan sejumlah aktivisnya di komunitas Rufaqa (dulu Darul Arqam).
Fakta-fakta yang dimunculkan penulis dalam buku ini praktis menjawab berbagai hal yang selama ini terkubur, baik seputar kasus hilangnya Adam Air, atau pun mengenai jamaah Rufaqa. Anda akan menemukan fakta-fakta yang selama ini tersamar, atau sengaja tidak diperlihatkan.
Bacalah, Anda akan tercengang! |
|
Last Updated on Saturday, 31 January 2009 08:30 |
|
|